UKM Bulu Tangkis
Universitas Muhammadiyah Malang
UKM Bulu Tangkis
Universitas Muhammadiyah Malang

Seputar Bulu tangkis

Author : Administrator | Senin, 27 Februari 2017 08:09 WIB

Susy: Sektor Tunggal Putri Indonesia Mulai Menunjukkan Kebangkitan

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Hanna Ramadini
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
(Foto: PP PBSI)
 
Surabaya - Sektor tunggal putri bulutangkis Indonesia dinilai mulai menunjukkan kebangkitan. Para pemain muda potensial sudah mulai unjuk gigi.

Ada optimisme yang berkembang di tubuh PP PBSI sejak Januari lalu, melihat sektor tunggal putri Indonesia. Setidaknya dari dua turnamen di bulan itu, pemain-pemain muda Indonesia menunjukkan potensi cerah.

Di Malaysia Masters GP Gold, dua pemain bisa mencapai perempatfinal. Mereka adalah Fitriani dan Dinar Dyah Ayustine.

Itu kemudian diikuti hasil tak kalah bagus beberapa hari kemudian di Syed Modi International GP Gold di India. Gregoria, Fitriani, dan Hanna Ramadini sampai ke semifinal.

Meski pada akhirnya belum ada yang berhasil menjuarai turnamen-turnamen itu, ada potensi yang bisa disambut antusias untuk masa depan. Apalagi para pemain ini masih berusia muda.

Gregoria masih 17 tahun, sementara Fitriani 18 tahun. Hanna dan Dinar yang paling senior di antara grup ini, juga baru sama-sama berusia 22 dan 23 tahun secara berurutan.

Hasil-hasil ini yang membuat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti cukup antusias dengan kans kebangkitan sektor tunggal putri. Bagi peraih emas Olimpiade Barcelona 1992 ini, catatan itu adalah sebuah langkah dan momentum bagus untuk mengembalikan kejayaan tunggal putri.

"Kemarin di Malaysia, putri-putri kita bisa menembus delapan besar. Kalau sebelumnya mungkin, kualifikasi babak awal mereka sudah kalah," ujarnya.

"Dari hasil mereka mungkin, Malaysia Open sudah mulai terlihat, bahwa bisa (bersaing) kan sebenarnya. Lalu India yang cukup mengejutkan juga, cukup senang juga. Karena di India kan semifinalis kita punya tiga, itu kan dari beberapa tahun terakhir tidak pernah."

"4-5 tahun terakhir kan belum pernah ya kita masuk semifinal, jarang sekali, kalaupun ada satu. Ini jadi sebuah prestasi meski belum mencapai final. Tapi menurut saya itu perkembangan yang bagus."

"Kita lihat juga kemarin di kejuaraan Asia beregu, di mana Hanna secara meyakinkan bisa, tidak cuma mengimbangi, tapi juga merebut poin yang sebelumnya mungkin bukan jadi andalan kita untuk mendapatkan poin, kan sebetulnya di ganda putra, ganda campuran, dan mungkin di ganda putri ya atau tunggal putra (yang diharapkan sumbang poin)," imbuhnya kepada sejumlah wartawan di DBL Arena, Surabaya, Sabtu (25/2/2017) sore WIB.

Susy menyebut hasil-hasil tersebut penting untuk memupuk kembali kepercayaan diri para pemain tunggal putri, di tengah konstelasi persaingan dunia. Persoalan mental inilah yang dinilainya berperan besar menghambat prestasi di sektor tunggal putri, karena para pemain mudah terintimidasi oleh para lawan.

"Saya melihat bahwa ada peningkatan ya. Sudah ada kepercayaan diri, kalau sebelumnya itu mereka kayaknya kalah sebelum bertanding," ujarnya.

"Jadi sebelum main, ketemu lawan yang levelnya di atas itu semacam 'haduh lawannya begini, ya udah lah'. Minder gitu, tidak pede, tidak yakin juga. Kita melihat bahwa belakangan itu mereka mulai bangkit," tandasnya.
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image